Tahapan Replikasi DNA
REPLIKASI
DNA
DNA
atau asam deoksiribonukleat merupakan polimer yang terdiri atas tiga komponen utama, yaitu gugus
fosfat, gula deoksiribosa, dan basa nitrogen. Salah satu fungsi pokok
DNA adalah menyimpan informasi genetik dan dengan tepat dapat meneruskan
informasi tersebut dari tetua kepada keturunannya, dari generasi ke generasi.
Fungsi ini merupakan fungsi genotipik, yang dilaksanakan melalui replikasi.
Mekanisme replikasi
bahan genetik sangat kompleks dan melibatkan banyak protein yang masing-masing
mempunyai peranan spesifik. Ada tiga teori replikasi molekul DNA yaitu sebagai
berikut :
1.
Semi konservatif, pada teori replikasi
semikonservatif double helix mengalami
pembukaan terlebih dahulu sehingga kedua untai polinukleotida akan saling
terpisah, namun masing-masing untai ini tetap dipertahankan dan akan bertindak
sebagai cetakan (template) bagi pembentukan untai polinukleotida baru.
2.
Konservatif, pada teori konservatif, dua
pita spiral dari double helix
memisahkan diri dan tiap pita tunggal berlaku sebagai pencetak untuk membentuk
pita pasangan yang baru.
3.
Dispersi, pada teori replikasi dispersif
kedua untai polinukleotida mengalami fragmentasi di sejumlah tempat.
Fragmen-fragmen polinukleotida yang terbentuk akan menjadi cetakan bagi fragmen
nukleotida baru sehingga fragmen lama dan baru akan dijumpai berselang-seling
di dalam tangga berpilin yang baru
Di
antara ketiga cara replikasi DNA yang diusulkan tersebut, hanya cara
semikonservatif yang dapat dibuktikan kebenarannya melalui percobaan yang dikenal
dengan nama sentrifugasi seimbang dalam tingkat kerapatan atau equilibrium density-gradient centrifugation.
Percobaan ini dilaporkan hasilnya pada tahun 1958 oleh M.S. Meselson dan F.W. Stahl.
Replikasi
DNA bersifat semi-koservatif, artinya satu molekul DNA untai ganda bereplikasi
untuk menghasilkan dua molekul DNA baru yang identik. Masing-masing molekul DNA
baru itu terdiri dari satu rantai DNA lama dan satu rantai DNA baru (Gambar
4.2). Pada replikasi DNA, mula-mula
kedua untai DNA terpisah, kemudian masing-masing untai berfungsi sebagai templat untuk sintesis untai DNA yang baru, sehingga
proses replikasi menghasilkan dua molekul DNA baru, masing-masing memiliki satu
rantai lama dan satu rantai baru
Tahapan Replikasi DNA
1. Denaturasi
untaian DNA induk
Denaturasi untaian DNA
adalah titik awal dari replikasi, Di dalam rantai DNA, titik awal dimulainya
replikasi DNA disebut sebagai ori (‘origin
of replication”). Pada bakteri Escherichia coli, replikasi dimulai
dari oriC, suatu urutan DNA spesifik
yang terikat pada membran sel bakteri. Replikasi DNA berlangsung ke dua arah,
kedua untaian DNA untuk replikasi dan sejumlah protein yang berbeda turut serta
dalam proses ini.
Tahap
pembukaan DNA untai ganda dikatalis oleh 3 macam enzim yaitu :
1.
Helikase adalah
enzim yang berfungsi membuka untai ganda di cabang replikasi, dan memisahkan
kedua untai lama.
2.
Enzim untai
destabilizing protein atau single
stranded DNA binding protein
(SSB), molekul dari protein pengikat untai tunggal kemudian berjajar disepanjang
untai-untai lama yang tidak berpasangan
menjaga agar untai-untai ini tetap terpisah selama mereka bertindak sebagai
cetakan untuk sintesis untai-untai komplementer yang baru
3.
DNA girase,
enzim ini mengkatalis pembukaan untai ganda sebelum proses replikasi dimulai .
Seperti digambarkan
dalam gambar diperlukan helikase dengan ikatan helikase II atau III pada
untaian tertinggal dan ikatan protein rep
pada untaian terkemuka, yang dibutuhkan untuk pelepasan berlanjut dari DNA pada
garpu replikasi. Stabilisasi selanjutnya dari DNA yang dilepaskan ditetapkan
oleh agregat tetramerik dari protein untaian tunggal pengikat DNA yang melapisi
kedua untaian yang terpisah dan mencegah terjadinya penguatan kembali dengan
berlangsungnya replikasi, molekul SSB berdaur kembali untuk berikatan dengan
tempat-tempat untaian tunggal sepanjang DNA.
2. Inisiasi
sintesis DNA
Inisiasi sintesis DNA melibatkan
sintesis 5’→3’ dari RNA primer kecil dikatalisis oleh enzim primase, yang
dikompleksir dengan enam atau tujuh polipeptida lain.
Replikasi atau proses biosintesis DNA
berlangsung dengan komponen-komponen sebagai berikut : DNA polimerase yaitu
enzim yang mengkatalis pemanjangan rantai nukleotida satu dengan yang lainnya. Untuk reaksi polimerisasi DNA diperlukan DNA
templat, substrat yang terdiri dari ke empat macam deoksiribonukleosida trifosfat
(dNTP) yaitu: dATP, dGTP, dCTP dan dTTP), enzim DNA polimerase dan primer, suatu oligonukleotida yang sudah
berpasangan dengan templat. Basa dari dNTP berpasangan (membentuk ikatan hidrogen)
dengan basa komplemen yang sesuai pada templat. Reaksi yang terjadi adalah
serangan nukleofilik oleh gugus 3’-OH dari nukleotida pada ujung 3’ rantai yang
sedang tumbuh terhadap 5’-α-fosfat dari dNTP yang datang, membentuk ikatan
fosfodiester
3. Pemanjangan untaian DNA
Sintesis
suatu RNA primer diikuti dengan penambahan suatu rangkaian DNA pada terminus-3’
(pemanjangan rantai). Proses pemanjangan dikatalisis oleh holoenzim DNA
polimerase III. Untuk melengkapi sintesis dari suatu untaian DNA utuh,
diperlukan dua enzim tambahan yaitu DNA polimerase dan Ligase DNA. Proses
pengakhiran seperti gambar , memerlukan penyatuan suatu fragmen pada fragmen
lainnya. Seperti dinyatakan, DNA polymerase I mempunyai peranan ganda untuk
membuka RNA primer (aktivitas eksonuklease 5’→3’) dan memperluas rangkaian DNA
terminus-3’ dari fragmen (aktivitas polymerase 5’→3’). Perhatikan bahwa proses
degradasi dan pemanjangan, dikatalisis oleh dua tempat pada DNA polimerase I,
terjadi secara bersamaan dan menimbulkan produksi fragmen yang hanya mengandung
DNA.

Komentar
Posting Komentar