Klasifikasi dan Karakteristik Mycobacterium tuberculosis
Mycobacterium tuberculosis
Klasifikasi
Domain : Bacteria
Phylum : Actinobacteria
Class : Actinobacteria
Subclass : Actinobacteridae
Order : Actinomycetales
Suborder : Corynebacterineae
Family : Mycobacteriaceae
Genus : Mycobacterium
Species : Mycobacterium tuberculosis
Karakteristik
Mycobacterium
tuberculosis ditemukan oleh Robert Koch tahun 1882
(Nursyamsi dan Rasjid, 2011). Mycobacterium
tuberculosis merupakan bakteri nonmotil, berbentuk batang halus yan. berukuran
panjang 1-4 µ dan lebar 0,3-0,6
µ, berfilamen, tidak berspora dan tidak bersimpai Bakteri Mycobacterium
tuberculosis bersifat aerob obligatif sehingga M. tuberculosis complex selalu ditemukan di lobus paru bagian atas
yang memiliki sirkulasi udara yang baik, bersifat intraseluler fakultatif
terutama pada makrofag, pertumbuhan optimal pada suhu 350C-370C dengan pH 6,4-7 dan
memiliki waktu generasi yang lambat, 15-20 jam. Waktu replikasi bakteri lambat,
yaitu sekitar 24 jam dan membutuhkan 3-4 minggu untuk membentuk koloni secara
in vitro.
Berdasarkan pewarnaan gram,
M. tuberculosissulit diklasifikasikan
ke dalam gram positif atau gram negatif, hal tersebut disebabkan M. tuberculosis (seperti pada gambar) tidak memberikan karakteristik kimia dari keduanya. Jika pewarnaan gram
dilakukan, akan dihasilkan warna merah yang sangat lemah dan tidak merata atau
sama sekali tidak memberikan warna. Pewarnaan harus dilakukan dengan metode Ziehl-Neilsen positif
untuk basil asam cepat sehingga M.
tuberculosis akan terlihat berbentuk batang berwarna
merah. Basil tuberkulosis ditandai dengan tahan asam, sifat tahan asam ini
tergantung pada integritas selubung yang terbuat dari lilin (Jawetz, 2008) oleh
sebab itu disebut Basil Tahan Asam (BTA) (Haribi dan Harahap, 2009).
Gambar
Struktur morfologi Mycobacterium
tuberculosis (Goldstein, 2011)
M.
tuberculosis memiliki dinding sel yang terdiri dari
dua bagian.Bagian luar membran berupa sel amplop yang mengandung lebih dari 60%
lipid.Fraksi lipid dinding sel M. tuberculosis
terdiri dari 3 komponen yaitu asam mikolat, cord
factor dan wax-D. Asam mikolat merupakan molekul
hidrofobik kuat yang membentuk lapisan lipid di sekeliling sel M. tuberculosis dan berperan dalam
permeabilitas permukaan sel. Asam ini juga berfungsi mempertahankan
mikobakterium dari serangan protein kation, lisozim, dan radikal oksigen dalam
granul fagosit serta melindungi mikobakterium ekstrasel dari dekomposisi oleh
komplemen dalam serum. Cord factor
bersifat toksik terhadap sel mamalia dan merupakan inhibitor migrasi leukosit
polimorfonuklear (Polymorphonuclear
Leukocyte). Cord factor umumnya
dihasilkan oleh galur M. tuberculosis
yang virulen. Konsentrasi lipid yang tinggi pada dinding sel ini menyebabkan M. tuberculosis bersifat impermeable terhadap pewarnaan, resisten
terhadap kebanyakan antibiotik, tidak bisa dibunuh menggunakan senyawa asam
atau basa, resisten terhadap lisis osmotik, oksidasi dan dapat bertahan dari
makrofag.

Komentar
Posting Komentar