Makalah Perbandingan Sistem Respirasi Vertebrata
Makalah
Perbandingan Anatomi Hewan
SISTEM
RESPIRASI PADA VERTEBRATA
KELOMPOK
6
1.
BESSE
NAFISAH H41114303
2.
DIAN
PUSPITA WULANDARI H41114028
3.
MELISA
SAMBAN H41114512
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
HASANUDDIN
MAKASSAR
2015
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Bernafas adalah
hal yang harus terus menerus dilakukan oleh mahkluk hidup baik tumbuhan,
manusia, maupun hewan agar dapat melanjutkan hidup. Pernapasan
adalah pertukaran gas yang dibutuhkan untuk metabolisme dalam tubuh. Alat
pernapasan pada setiap jenis mahkluk hidup pun berbeda tergantung pada habitat
yang mahkluk hidup tempati atau menyesuaikan habitat nya. Seperti halnya pada
hewan meiliki berbagai macam saluran pernapasan seperti paru-paru yang dimiliki
oleh pisces, amphibi, aves, reptilia, dan mamalia. Amphibia memiliki kulit yang
berfungsi juga sebagai tempat pertukaran gas. Ikan mengambil oksigen yang
berada di lingkungannya (air) dengan menggunakan sistem insang.
Pada hewan vertebrata dan invertebrata
memiliki saluran pernapasan yang berbeda, dengan adanya keanekaragaman yang
terjadi pada hewan dan dengan seiring perkembangan ilmu pengetahuan maka sangat
pentinglah bagi kita untuk mempelajari dan membahas tentang saluran pernapasan
pada hewan yang sering disebut juga dengan sistem pernapasan pada makalah kali
ini.
B.
Rumusan
Masalah
Adapun rumusan
masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Jelaskan pengertian
sistem pernapasan.
2.
Jelaskan fungsi sistem
pernapasan
3.
Jelaskan organ-organ
yang ada dalam sistem pernapasan beserta fungsinya.
4.
Bagaimanakah mekanisme
sistem pernapasan pada vertebrata
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan
makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Memahami pengertian sistem pernapasan
2.
Memahami fungsi sistem pernapasan
3.
Mengetahui organ-organ yang ada
dalam sistem pernapasan manusia beserta fungsi-fungsinya
4.
Memahami dan mengerti mekanisme
sistem pernapasan pada vertebrata
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Sistem Pernapasan
Pernapasan adalah pertukaran gas, yaitu oksigen (O2) yang
dibutuhkan tubuh untuk metabolisme sel dan karbondioksida (CO2)
yang dihasilkan dari metabolisme tersebut dikeluarkan dari tubuh melalui
paru-paru.
B.
Fungsi
Sistem Pernapasan
1. Menyediakan permukaan
untuk pertukaran gas antara udara dan sistem aliran darah.
2. Sebagai jalur untuk
keluar masuknya udara dari luar ke paru-paru.
3. Melindungi permukaan pernapasan
dari dehidrasi, perubahan temperatur, dan berbagai keadaan lingkungan yang
merugikan atau melindungi sistem pernapasan itu sendiri dan jaringan lain dari
patogen.
4. Sumber produksi suara
termasuk untuk berbicara, menyanyi, dan bentuk komunikasi lainnya.
5. Memfasilitasi deteksi
stimulus olfactory dengan adanya reseptor olfactory di superior portion pada
rongga hidung.
C.
Organ
Sistem Respiratori
1.
Organ
Pernapasan Pada Pisces
Organ pernapasan
pada pisces berupa insang (branchia). Insang dimiliki oleh jens ikan (pisces)
yang berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembab.
Bagian-bagian terluar dari insang berhubungan dengan air, sedangkan bagian
dalam berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darah. Insang pada ikan dibedakan
menjadi dua macam yaitu insang dengan tutup insang (operculum) dan insang tanpa
operculum. Di
samping itu, ada pula kelompok ikan paru-paru, yang bernapas dengan pulmosis.
Insang ikan terdiri atas bagian lengkung insang, rigi-rigi
dan lembar insang. Lengkung insang tersusun atas tulang rawan berwarna putih. Pada
lengkung insang ini tumbuh pasangan rigi-rigi yang berguna untuk menyaring air
pernapasan yang melalui insang. Lembaran insang tersusun atas jaringan lunak, berbentuk
sisir dan berwarna merah, karena mempunyai banyak pembuluh kapiler darah yang
merupakan cabang dari arteri insang. Pada lembaran yang kaya
kapiler darah inilah pertukaran CO2 dan oksigen berlangsung.
2.
Organ
Pernapasan Pada Katak (Amphibi)
Katak muda
(berudu) menggunakan insang untuk mengambil O2 yang terlarut dalam
air. Setelah berumur lebih kurang 12 hari, insang luar diganti dengan insang
dalam. Setelah dewasa, katak bernapas menggunakan selaput rongga mulut,
paru-paru, dan kulit.
Selaput rongga
mulut dapat berfungsi sebagai alat pernapasan karena tipis dan banyak terdapat
kapiler yang bermuara di tempat itu. Pada saat terjadi gerakan rongga mulut dan
faring, lubang hidung terbuka dan glotis tertutup, sehingga udara berada di
rongga mulut dan berdifusi masuk melalui selaput rongga mulut yang tipis.
Pernapasan dengan kulit dilakukan secara difusi. Hal ini karena kulit katak
tipis, selalu lembap, dan mengandung banyak kapiler darah. Pernapasan dengan
kulit berlangsung secara efektif baik di air maupun di darat. Oksigen (O2)
yang masuk lewat kulit akan diangkut melalui vena kulit paru-paru (vena pulmo
kutanea) menuju ke jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Sebaliknya karbon
dioksida (CO2) dari jaringan akan dibawa ke jantung, dari jantung
dipompa ke kulit dan paru-paru melalui arteri kulit paru-paru (arteri pulmo
kutanea). Dengan demikian, pertukaran oksigen dan karbon dioksida terjadi di
kulit.
3.
Organ
Pernapasan Pada Aves
Burung menggunakan paru-paru dan
pundi hawa (pundi-pundi udara) sebagai alat pernapasanya. Burung memiliki dua
lubang hidung, yaitu : lubang hidung luar terletak pada pangkal paruh bagian
atas dan lubang hidung dalam terletak pada langit-langit rongga mulut.
Trakea pada burung sama seperti pada
manusia yaitu berupa tulang rawan yang berbentuk cincin-cincin, trakea
bercabang menjadi bronkus kanan dan kiri. Bronkus kanan dan kiri merupakan
penghubung siring dengan paru-paru. Di dalam siring terdapat lipatan-lipatan
berupa selaput yang dapat bergetar menghasilkan suara. Burung memiliki sepasang
paru-paru yang menempel pada dinding bagian dalam. Paru-paru sendiri terbungkus
oleh selaput paru-paru (pluera) yang berhubungan dengan pundi-pundi hawa. Paru-paru
burung tidak memiliki alveolus, sebagai ganti fungsinya adalah parabronki
(Pembuluh kapiler yang berdampingan dengan kapiler darah). Selain itu burung
juga tidak memiliki diafragma sehingga dalam pergerakan paru-paru
(inhale-exhale) dibantu oleh rongga seluruh tubuh.
Fungsi pundi-pundi hawa pada burung
:
1. Untuk
bernapas saat terbang.
2. Memperkeras
suara dengan memperbesar ruang siring
3. Mencegah
kedinginan dengan menyelubungi organ dalam dengan ronggaudara.
4. Mengurangi
hilangnya panas tubuh.
5. Memperbesar
atau memperkecil berat jenis tubuh (berguna saat berenang)
Pundi-pundi hawa pada burung berjumlah sembilan yaitu :
1.
2 kantong di leher
(servikal)
2.
1 kantong di antara
tulang selangka (korakoid/interclavicular)
3.
2 kantong di dada
depan (toraks anterior)
4.
2 kantong di dada
belakang (toraks posterior)
5.
2 kantong di perut
(abdominal)
4.
Organ
Pernapasan Pada Reptil
Berbeda dengan organ pernapasan serangga, organ yang
digunakan pada pernapasan reptilian adalah paru-paru. Sebab, sebagian besar
reptilian hidup di daratan atau habitat yang kering. Untuk mengimbanginya,
kulit reptilian bersisik dan kering, supaya cairan dalam tubuhnya tidak mudah
hilang. Kulit bersisik pada reptilian merupakan suatu adaptasi hidup dalam
udara kering, dan bukan sebagai alat pertukaran gas.Walau begitu, ada pula
mekanisme pernapasan reptilian yang dibantu oleh permukaan epitelium lembab di
sekitar kloaka. Reptilian demikian misalnya kura-kura dan penyu. Hal ini
dilakukan karena tubuh kura-kura dan penyu terdapat tempurung yang kaku.
Tempurung ini menyebabkan gerak pernaasan kedua hewan tersebut terbatas.
5.
Organ
Pernapasan Pada Mamalia
1. Hidung dan rongga penyaring hidung,
menghangatkan, dan melembabkan udara yang Anda hirup. Rambut hidung dan lendir
yang dihasilkan oleh sel-sel dalam partikel hidung menangkap di udara dan
menjaga mereka untuk tidak memasuki paru-paru. Di balik rongga hidung, udara
melewati faring, tabung panjang. Makanan dan udara melewati faring.
2. Faring, juga disebut “kotak suara”
ditemukan tepat di bawah faring. Suara Anda berasal dari laring Anda. Udara dari
paru-paru melewati seluruh jaringan tipis pada laring dan menghasilkan suara.
3. Trakea, atau tenggorokan, adalah
tabung panjang yang mengarah ke paru-paru, di mana ia terbagi menjadi bronkus
kanan dan kiri. Cabang bronkus keluar ke bronkiolus kecil di setiap paru-paru.
Ada tutup kecil yang disebut epiglotis yang mencakup trakea Anda ketika Anda
makan atau minum. Otot tidak sadar akan mengontrol epiglotis dan mencegah
makanan untuk tidak memasuki paru-paru atau pipa angin.
Organ
sistem pernapasan memindahkan udara ke dalam dan keluar dari tubuh.
1. Bronkiolus mengarah pada alveoli.
Alveoli adalah kantung kecil di ujung bronkiolus (Gambar di bawah). Mereka
tampak seperti tandan kecil anggur. Oksigen dipertukarkan dengan karbon
dioksida pada alveoli. Itu berarti oksigen masuk darah, dan karbon dioksida
bergerak dari darah. Gas-gas yang dipertukarkan antara darah dan alveoli oleh
difusi sederhana.
2.
Diafragma
adalah lembaran otot yang menyebar di bagian bawah tulang rusuk. Ketika
kontraksi diafragma, volume dada semakin besar, dan paru-paru menghirup udara.
Ketika diafragma rileks, volume dada semakin kecil, dan udara didorong keluar
dari paru-paru.
D. Mekanisme Proses Pernapasan Pada
Vertebrata
a.
Pernapasan pada Ikan (Pisces)
Hewan yang menyesuaikan diri dengan
lingkungan air umumnya bernapas dengan insang. Ada yang insangnya dilengkapi
tutup insang (operkulum), misalnya ikan bertulang sejati (Osteichthyes),
dan ada pula yang insangnya tidak bertutup insang, misalnya pada ikan bertulang
rawan (Chondrichthyes).
Insang ikan tersimpan di dalam
rongga insang dan terlindung oleh tutup insang. Mekanisme pernapasan ikan
bertulang sejati meliputi dua tahap, yakni fase inspirasi dan ekspirasi.
· Fase inspirasi : Fase inspirasi merupakan fase
pengambilan air ke dalam insang. Mekanisme inspirasi adalah sebagai berikut:
tutup insang menutup, mulut terbuka, akibatnya tekanan dalam mulut rendah dan
air dari luar masuk ke dalam rongga mulut.
· Fase ekspirasi: Fase ekspirasi adalah fase
pengeluaran air. Setelah air masuk ke dalam rongga mulut, celah mulut menutup,
tutup insang membuka, tekanan yang lebih besar di dalam rongga mulut
menyebabkan air ke luar melewati celah tutup insang tersebut. Pada saat air ke
luar melalui lembaran insang, oksigen berdifusi ke dalam kapiler darah,
sedangkan CO2 berdifusi dari darah ke dalam air. Jadi pertukaran
02 dan CO2 pada ikan terjadi pada fase ekspirasi.
Pada ikan paru-paru (Dipnoi)
mempunyai cara pernapasan yang menyerupai amfibi. Di samping insang, ikan
paru-paru mempunyai satu atau sepasang gelembung udara seperti paru-paru, yang
dapat digunakan untuk membantu pernapasan, disebut pulmosis. Gelembung
ini dikelilingi banyak pembuluh darah. Pulmosis dihubungkan dengan kerongkongan
oleh duktus pneumatikus. Saluran ini merupakan jalan masuk dan keluarnya
udara dari mulut ke gelembung dan sebaliknya, sekaligus memungkinkan terjadinya
difusi udara ke kapiler darah.
Ikan paru-paru hidup di rawa-rawa
dan di sungai. Bila airnya kering dan insangnya tidak berfungsi, dia masih
mampu bertahan hidup karena bernapas menggunakan gelembung udaranya. Berdasarkan
kenyataan ini, maka dapat disimpulkan bahwa ikan paru-paru merupakan makhluk
peralihan dari ikan ke amfibia.
b.
Sistem Pernapasan Pada Amphibi (Katak)
Mekanisme
inspirasi dan ekspirasi dijelaskan seperti berikut.
· Fase inspirasi
: Fase inspirasi terjadi bila otot sternohioideus berkontraksi sehingga rongga
mulut membesar, akibatnya oksigen masuk melalui koane (celah hidung). Setelah
itu, koane menutup, otot submandibularis dan otot geniohioideus berkontraksi,
sehingga rongga mulut mengecil. Mengecilnya rongga mulut mendorong oksigen
masuk ke paru-paru lewat celah-celah. Dalam paru-paru terjadi pertukaran gas,
oksigen diikat oleh darah yang berada dalam kapiler dinding paru-paru, dan
sebaliknya karbon dioksida dilepaskan ke lingkungan.
· Fase ekspirasi
: Mekanisme ekspirasi terjadi setelah pertukaran gas di dalam paru-paru, otot
rahang bawah mengendur atau berelaksasi, sementara otot perut dan
sternohioideus berkontraksi. Hal ini mengakibatkan paru-paru mengecil, sehingga
udara tertekan keluar dan masuk ke dalam rongga mulut. Selanjutnya koane
membuka, sedangkan celah tekak menutup, sehingga terjadi kontraksi otot rahang
bawah yang diikuti berkontraksinya ototgeniohioideus. Akibatnya, rongga mulut
mengecil dan udara yang kaya karbon dioksida terdorong keluar melalui koane.
c.
Sistem Pernapasan Pada Aves
Burung adalah hewan berdarah panas,
sama seperti mamalia, sehingga suhu pada tubuh burung bersifat stabil. Karena
burung memiliki reseptor pada bagian otak yang dapat mengatur suhu tubuh,
sehingga burung dapat melakukan aktivitas pada suhu lingkungan yang berbeda.
Mekanisme pernapasan burung sebagai berikut :
a. Pernapasan
burung saat tidak terbang
Fase Inspirasi : tulang rusuk bergerak ke depan –
volume rongga dada membesar – tekanan mengecil – udara akan masuk melalui
saluran pernapasan. Saat inilah sebagian
oksigen masuk ke paru-paru dan O2 berdifusi ke dalam
darah kapiler, dan sebagian udara
dilanjutkan masuk ke dalam katong-kantong udara.
Fase Ekspirasi : tulang rusuk kembali ke posisi semula – rongga dada
mengecil – tekanan membesar. Pada saat ini udara dalam alveolus dan udara dalam
kantong-kantong hawa bersama-sama keluar melalui paru-paru. Pada saat melewati
alveolus, O2 diikat oleh darah kapiler alveolus,dan darah
melepas CO2. Dengan demikian, pertukaran gas CO2 dan
O2 dapat berlangsung
saat inspirasi dan ekspirasi.
b. Pernapasan burung saat terbang
Pundi hawa sangat berperan pentng ketika burung mulai
terbang, dikarenakan burung yang terbang tidak dapat menggerakan tulang
rusuknya, sehingga pundi hawalah yang dipergunakan oleh burung untuk bernafas. Inspirasi
dan ekspirasinya dilakukan secara bergantian oleh pundi-pundi hawa.
Fase Inspirasi : Pada saat sayap diangkat,
pundi hawa antar tulang korakoid terjepit, sedangkan pundi hawa ketiak
mengembang, akibatnya udara masuk ke pundi hawa ketiak melewati paru-paru, terjadilah inspirasi. Saat melewati
paru-paru akan terjadi pertukaran gas O2 dan CO2.
Fase Ekspirasi : Sebaliknya pada saat sayap diturunkan, pundi hawa ketiak
terjepit, sedangkan pundi hawa antar tulang korakoid mengembang, sehingga udara
mengalir keluar dari kantong hawa melewati
paru-parusehingga terjadilah
ekspirasi. Saat melewati paru-paru akan terjadi pertukaran gas O2 dan
CO2. Dengan cara inilah inspirasi dan ekspirasi udara dalam
paru-paru burung saat terbang. Jadi
pertukaran gas pada burung saat terbang juga berlangsung saat inspirasi dan
ekspirasi.
d. Pernapasan pada Kadal (Reptil)
Mekanisme pernapasan reptilian terjadi dalam dua fase,
yaitu:
·
Fase inspirasi : Saat tulang rusuk mengembang, volume rongga dada akan
meningkat. Selanjutnya udara (oksigen) akan masuk ke dalam paru-paru, sehingga
terjadi fase inspirasi.
·
Fase ekspirasi akan terjadi, jika tulang rusuk
merapat, sehingga CO2 (karbondioksida) dan uap air keluar dari
paru-paru.
e. Pernapasan pada Manusia (Mamalia)
Pernapasan
eksternal pada manusia dapat dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu fase
inspirasi dan ekspirasi, serta fase pertukaran udara di jaringan
tubuh dan paru-paru (pernapasan internal). Agar proses pernapasan dapat
berlangsung, diperlukan alat-alat pernapasan.
· Fase
Inspirasi : Inspirasi
terjadi ketika kita menghirup napas dan ekspirasi terjadi ketika kita
mengembuskan napas atau mengeluarkan udara dari paru-paru kita. Terdapat dua
macam pernapasan, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Inspirasi terjadi ketika otot
antartulang rusuk berkontraksi. Tulang rusuk akan
terangkat dan rongga dada membesar. Tekanan udara di dalam rongga dada menurun
sehingga terjadi aliran udara dari lingkungan ke dalam saluran pernapasan.
· Fase
Ekspirasi
: terjadi ketika otot antartulang rusuk
mengendur (relaksasi) yang menyebabkan mengecilnya rongga dada. Pernapasan
seperti ini disebut pernapasan dada.
Pada pernapasan
perut, selama inspirasi otot diafragma berkontraksi sehingga posisi
permukaan diafragma menjadi mendatar. Akibatnya, volume rongga dada dan
paru-paru membesar. Membesarnya volume paru-paru menyebabkan tekanan udara di
dalamnya menjadi lebih rendah daripada tekanan udara di luar paru-paru sehingga
udara masuk ke paru-paru. Sebaliknya, selama ekspirasi, otot diafragma
mengalami relaksasi sehingga menyebabkan posisi permukaan diafragma menjadi
melengkung ke atas. Akibatnya, volume rongga dada dan rongga paru-paru menjadi
mengecil sehingga tekanan udara di dalam paru-paru lebih tinggi daripada
tekanan udara di luar paru-paru. Perbedaan tekanan udara ini menyebabkan
keluarnya udara dari dalam paru-paru.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari Sistem
Respirasi adalah sebagai berikut:
1.
Pernapasan
adalah pertukaran gas, yaitu oksigen (O2) yang dibutuhkan tubuh
untuk metabolisme sel dan karbondioksida (CO2) yang dihasilkan
dari metabolisme tersebut dikeluarkan dari tubuh melalui paru-paru.
2. Fungsi dari sistem
respirasi yaitu menyediakan permukaan untuk pertukaran gas antara udara dan
sistem aliran darah, sebagai jalur untuk keluar masuknya udara dari luar ke
paru-paru, melindungi permukaan pernapasan dari dehidrasi, perubahan
temperatur, dan berbagai keadaan lingkungan yang merugikan atau melindungi
sistem pernapasan itu sendiri dan jaringan lain dari patogen.
3. Organ
respiratori pada pisces yaitu insang, amphibi (katak) memiliki organ pernapasan
yang berbeda pada katak muda dengan katak dewasa, alat pernapasan pada aves
yaitu paru-paru dan pundi-pundi hawa, alat pernapasan pada reptil yaitu
paru-paru, dan pada mamalia bernapas dengan paru-paru.
4. Mekanisme
proses pernapasan pada vertebrata dilakukan berbeda-beda pada vertebrata
tersendiri karena organ pernapasan yang dimiliki berbeda pula.
B.
Saran
Kritik dan saran dari pembaca dihaturkan untuk
perbaikan penulisan makalah selanjutnya dan semoga menambah wawasan
pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
Utami,
W. R., 2014. Mekanisme Proses Respirasi[online]http://wulanratnautami-pgsd.blogspot.co.id/2014/01/mekanisme-proses-respirasi-pada.html.
Diakses pada hari Sabtu, 3 Oktober 2015 pukul 14.00 WITA. Makassar.
Niati, S., 2014. Makalah Sistem Respirasi Pada Hewan Vertebrata Dan Invertebrata. Universitas
Lampung : Lampung
Perpustakaan cyber, 2012. Sistem Pernapasan Pada Kadal http://perpustakaancyber.blogspot.com/2012/12/
. Diakses pada Sabtu, 3 Oktober 2015 pukul 14.05 WITA. Makassar.
Komentar
Posting Komentar