Laporan Menguji Kepolaran Senyawa
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
“Menguji Kepolaran Senyawa”
Disusun oleh:
1.Baso Idrus
2.Putri Ika Damayanti
3.Ahmad Rifandi
4.Irma Friani
SMA
NEGERI 1MANIANGPAJO
TAHUN
PELAJARAN 2016/20
Penuntun Praktikum
I . JUDUL PERCOBAAN :
Menguji kepolaran senyawa
II .TUJUAN PERCOBAAN :
Untuk mengetahui beberapa kepolaran senyawa
III . DASAR
TEORI
1.
Senyawa
kovalen
Senyawa
kovalen adalah senyawa yang terjadi antara unsure-unsur nonlogam dengan
unsur-unsur nonlogam melalui penggunaan electron bersama. Senyawa-senyawa
kovalen umumnya memiliki ikatan yang kurang kuat dibandingkan senyawa-senyawa
ion. Senyawa-senyawa kovalen juga memiliki titik didih dan titik cair rendah.
Perbedaan keelektronegatifan dan bentuk molekul yang tidak simetri pada senyawa
kovalen mengakibatkan senyawa tersebut memiliki sifat polar. Pada senyawa
kovalen polar terjadi pengkutuban,artinya ada bagian yang bersifat lebih
negative dan ada bagian yang bersifat lebih positif. Senyawa kovalen polar
memiliki kekuatan ikatan antarmolekul yang lebih besar dibandingkan senyawa
kovalen nonpolar. Hal ini juga mengakibatkan senyawa kovalen memiliki titik
didih dan tinggi cair yang lebih tinggi.
2.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi kepolaran suatu senyawa
Perbedaan keelektronegatifan senyawa yang ion-ion nya membentuk dua
kutub dengan muatan yang berlawanan (+ dan -) menyebabkan terbentuknya suatu
dipol. Semakin besar perbedaan keelektronegatifan atom-atom dalam suatu
molekul. Menyebabkan molekul tersebut bersifat semakin polar. Contoh : HCI keelektronegatifan
H=2,1 dan CI=2,8 maka H cenderung bermuatan positif (H+) dan CI cenderung
bermuatan negative (CI-) , sehingga terjadi 2 kutub (dipol).
Catatan
: jika dicampurkan dengan pelarut akan larut. Jika senyawa yang ion-ionnya
bermuatan sama (+ dan +) atau (- dan -) tidak ada perbedaan keelektronegatifan(
perbedaan keelektronegatifan = 0), sehingga tidak terbentuk muatan/ dipole.
Jika dilarutkan terjadi pengendapan.
Pengaruh
bentuk molekul senyawa yang memiliki bentuk
molekul simetris bersifat non-polar. Contoh : CH4 ,
CCI4, dsb. Senyawa yang memiliki bentuk molekul tidak simetris karena ada
pasangan electron bebas (PEB) bersifat polar. Contoh : NH3, H2O, PCI3, dsb.
IV. PROSEDUR KERJA
A. ALAT
v Gelas
plastik bekas 10 buah
v Sendok
teh 1 buah
v Polpen/spidol
v Kamera
B.
BAHAN
v Air
v Garam
dapur
v Soda
kue
v Bensin
v Minyak
goring
v Minyak
goreng
v Vetsin
v Margarin
v Deterjen
v Cuka
v Tissue
v Label
C. CARA KERJA
1) Memasukkan
100 mL air ke dalam gelas.
2) Masukkan
1 sendok teh garam dapur ke dalam gelas, amati
3) Lalu
aduk secara konstan. Kemudian, diamkan beberapa saat.
4) Amati
hasil reaksi apakah ada hasil endapan atau tidak.
5) Ulangi
langkah 1-3 untuk bahan-bahan lainnya.
V. HASIL PENGAMATAN
|
NO.
|
BAHAN
|
LARUT TANPA PENGADUKAN
|
LARUT DENGAN PENGADUKAN
|
TIDAK LARUT
|
|
1
|
Garam dapur
|
-
|
ü
|
-
|
|
2
|
Gula pasir
|
-
|
ü
|
-
|
|
3
|
Soda kue
|
-
|
ü
|
ü
|
|
4
|
Bensin
|
-
|
-
|
ü
|
|
5
|
Minyak Goreng
|
-
|
-
|
ü
|
|
6
|
Alkohol
|
ü
|
ü
|
-
|
|
7
|
Vetsin
|
-
|
ü
|
-
|
|
8
|
Margarin
|
-
|
-
|
ü
|
|
9
|
Detergen
|
-
|
ü
|
-
|
|
10
|
Cuka
|
ü
|
ü
|
-
|
VI. PEMBAHASAN
1 . GARAM DAPUR
Garam
dapur larut tanpa dan dengan pengadukan.
2 . GULA PASIR
Gula pasir
larut dengan pengadukan.
3 . SODA KUE
Soda kue
apabila dicampur dengan air maka tidak akan larut walaupun dengan
Pengadukan.
4 . BENSIN
Bensin
apabila dicampur dengan air maka bensin itu tidak akan bisa larut.
5. MINYAK GORENG
Minyak
goreng tidak akan larut dalam air karena mengandung minyak dan
Sampai
kapanpun air dengan minyak tidak akan bisa bersatu.
6. ALKOHOL
Alkohol
larut dalam air tanpa pengadukan.
7. VETSIN
Vetsin
larut di dalam air dengan pengadukan.
8. MARGARIN
Margarin
tidak bisa larut di dalam air.
9. DETERGEN
Detergen
larut di dalam air tanpa pengadukan
10. CUKA
Cuka larut
di dalam air tanpa dan dengan pengadukan
VII. PENUTUP
1. KESIMPULAN
Senyawa polar : senyawa yang terbentuk akibat
adanya suatu ikatan antar electron pada unsurnya. Hal ini terjadi karena unsue
yang berikatan tersebut mempunyai nilai keelektronegatifan yang berbeda ,
sehingga senyawa polar dapat menghantarkan arus listrik.
Senyawa non-polar : senyawa yang terbentuk
akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada unsur-unsur yang membentuknya.
Hal ini terjadi karena unsur yang berikatan mempunyai nilai keelektronegatifan
yang sama/hampir sama, senyawa non-polar tidak dapat menghantarkan arus
listrik.
2.
SARAN
Praktikum ini hanya menggunakan beberapa
bahan saja, dan masih banyak larutan yang dapat dijadikan sebagai bahan
percobaan sehingga disarankan masih ada kegiatan praktikum yang menggunakan
jenis larutan lainnya.
VIII. DAFTAR PUSTAKA
Maniangpajo
, Hasrida , laporan praktikum kimia menguji kepolaran senyawa, Anabanua.
SMA 1 MANIANGPAJO
IX. LAMPIRAN
A.PERTANYAAN
1. Apakah
pengadukan mempengaruhi suatu senyawa? Jelaskan dan berikan contohnya!
2. Adakah
factor-faktor lain yang mempengaruhi kelarutan senyawa?
3. Kelompokkan
bahan-bahan yang telah anda uji tersebut beedasarkan kepolarannya !
4. Tuliskan
rumus kimia dari:
a) Garam
dapur
b) Gula
pasir
c) Soda
kue
d) Cuka
# jawaban #
1. Bisa
mempengaruhi kelarutan…..asal larutan tersebut belum jenuh….contohnya adalah
melarutkan gula di air biasa …..bisa larut dengan diaduk saja hanya membutuhkan
waktu lama. Pengadukan sendiri akan menghasilkan kalor (berpengaruh ke suhu)
yang dapat di gunakan untuk membantu kelarutan zat tersebut.
2. Ada, diantaranya yaitu:
Ø Suhu
Ø Ukuran
zat terlarut
Ø Volume
pelarut
Ø Pengadukan
3. POLAR
: garam dapur
Gula
pasir
Soda
kue
Alcohol
Vetsin
Detergen
Cuka
NON
POLAR : Bensin
Minyak
goreng
Margarine
4. *garam
dapur : NaCl
*gula pasir : C6H12O6
*soda kue : NaHCO3
*cuka : CH3COOH
B. FOTO
1. SEBELUM DI CAMPUR DENGAN AIR
2 . SESUDAH DI
LARUTKAN DI DALAM AIR
Komentar
Posting Komentar